Kalau terhirup, bakteri bisa masuk ke saluran pernapasan, menuju ke paru-paru, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Tubuh orang yang terpapar bakteri penyebab tuberkulosis bisa menunjukkan reaksi sekitar enam sampai 14 minggu setelah infeksi.
Gejala TB utamanya batuk terus-menerus, bisa batuk berdahak atau tidak berdahak.
Orang yang terinfeksi bakteri penyebab tuberkulosis juga bisa mengalami demam dan meriang dalam jangka panjang, sesak nafas dan nyeri dada, penurunan nafsu makan dan berat badan, dan berkeringat pada malam hari meski tidak melakukan kegiatan.
Prof. Faisal menyampaikan bahwa orang umumnya tidak bisa mengetahui apakah ada orang di sekitarnya yang terserang TB. Jadi, lebih baik melakukan upaya pencegahan untuk menekan peluang terpapar kuman penyebab TB.
Menurut dia, upaya pencegahan antara lain bisa dilakukan dengan memakai masker ketika merasa sakit atau ada orang yang menunjukkan gejala sakit di sekitarnya.