"Jadi bukan berarti tiba-tiba nggak makan makanan yang biasa dimakan. Kayak biasa makan di warteg, tiba-tiba makan katering sehat gitu, nggak harus. Masak sendiri juga bisa, (beli makanan) di warteg juga masih oke," jelas dr Yaze.

Untuk membantu menjaga asupan kalori tanpa membuat seseorang merasa tersiksa, dr Yaze menyarankan penggunaan metode sederhana dalam menyusun isi piring.

Menurutnya, sayuran dan sumber protein sebaiknya diambil terlebih dahulu sebelum menambahkan karbohidrat seperti nasi. Dengan cara ini, porsi nasi secara alami dapat lebih terkontrol.

"Kalau aku tuh biasanya ambil sayur duluan, terus ambil telur misalnya, atau ambil ikan. Ini kan sudah penuh nih piring kamu, sisanya baru kasih karbohidrat dari nasi," papar dr Yaze.

Bagi orang yang sedang menjalani defisit kalori, ia menyarankan porsi nasi sekitar lima sendok makan saat sarapan. Takaran tersebut dinilai cukup untuk membantu memberikan rasa kenyang tanpa berlebihan.

"Tetap boleh makan nasinya, tapi memang maksimal biasanya aku kasih takaran 5 sendok makan. Karena kalau terlalu sedikit, misalnya 3 sendok, itu biasanya belum terlalu kenyang,"