Dr Yaze mengingatkan bahwa mengurangi makanan secara berlebihan justru dapat membuat seseorang lebih mudah lapar. Kondisi tersebut berpotensi mendorong keinginan untuk mengonsumsi makanan lain dalam jumlah banyak, termasuk camilan yang kurang sehat.

Sebagai contoh, seseorang yang hanya makan sedikit nasi mungkin justru akan menambah lauk gorengan dalam jumlah berlebihan demi mendapatkan rasa kenyang.

Bagi masyarakat yang tidak terbiasa mengonsumsi nasi saat sarapan, roti dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat. Namun, dr Yaze menyarankan agar pilihan roti tetap memperhatikan kandungan serat dan jumlah porsinya.

"Roti juga masih boleh, tapi aku lebih nyaranin roti gandum. Masih boleh 2 lembar untuk sarapan, itu nggak apa-apa," ujar dia.

Selain roti gandum, sourdough juga masih dapat dikonsumsi selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian.

"Sourdough juga masih boleh, tenang saja. Cuma memang tetap dilihat berapa lembar bolehnya, biasanya 1-2 lembar untuk sarapan," tambahnya.