NADIKABAR.COM — Sebanyak enam dokter anestesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) terlibat dalam operasi pemisahan bayi kembar siam laki-laki yang menyatu pada bagian perut dan tulang panggul pada 15-16 September 2026.
Operasi tersebut dilakukan terhadap bayi berinisial NA 1 dan NA 2 yang berbagi sejumlah bagian tubuh, termasuk sebagian jaringan hati, pembuluh vena porta, usus besar, saluran kencing, dan tulang panggul. Tindakan pemisahan berlangsung selama puluhan jam karena tim medis harus menangani bagian tubuh yang menyatu sekaligus memastikan kondisi kedua bayi tetap stabil.
Dokter spesialis anestesi konsultan anestesi anak RSCM Dr. dr. Andi Ade Wijaya, Sp.An-KAP, mengatakan operasi tersebut memiliki tantangan berupa risiko perdarahan, kehilangan cairan, serta perubahan posisi pasien selama tindakan berlangsung.
"Tim Merah tiga orang, Tim Biru tiga orang, jadi ada enam orang total anestesi," kata Andi dalam konferensi pers pemisahan kembar siam tersebut di RSCM Kiara, Jakarta, Senin.