NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Donny Oskaria menegaskan pembangunan kembali Stadion Haji Agus Salim (GHAS) Padang harus mengutamakan kualitas, ketepatan eksekusi, dan ketahanan struktur bangunan. Donny menargetkan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat itu menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Donny saat meninjau pembangunan kembali Stadion Haji Agus Salim bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, Selasa (27/10/2026). Peninjauan itu turut dihadiri Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Moeharmein Zein Chaniago, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Indrieffouny Indra, serta jajaran manajemen perusahaan terkait.
Donny mengatakan, pembangunan kembali stadion yang telah berusia sekitar 43 tahun tersebut merupakan kesempatan bersejarah bagi masyarakat Sumatera Barat untuk memiliki fasilitas olahraga modern dengan kualitas yang dapat dibanggakan. Baginya, Stadion Haji Agus Salim bukan sekadar bangunan olahraga, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat Minangkabau.
"Bagi saya, jauh lebih penting itu adalah menjaga kualitas. Saya mau kualitasnya ini menjadi stadion terbaik di Indonesia dan saya pasti akan datang terus mengontrol," tegas Donny yang menghabiskan masa kecil di Kota Padang ini.
Donny mengingatkan, membangun sebuah bangunan secara fisik bukanlah perkara paling sulit. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana memastikan kualitas konstruksi, ketelitian pengerjaan, dan kesesuaian hasil akhir dengan perencanaan. Menurut Donny, terdapat dua aspek utama yang tidak boleh diabaikan kontraktor.
Pertama, kualitas struktur bangunan harus benar-benar diperhatikan, termasuk aspek ketahanan terhadap gempa dan daya tahan untuk penggunaan jangka panjang. Kedua, kualitas pelaksanaan di lapangan harus sesuai dengan desain, dengan pengerjaan yang presisi hingga ke detail terkecil.