"Saya berharap proyek pengerjaan ini dapat dilaksanakan dengan sangat baik, mengutamakan mutu, keselamatan kawasan sekitar, serta diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah direncanakan. Bisa menjadi salah satu stadion terbaik di Indonesia," kata Andre yang juga Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Direktur Utama Hutama Karya Koentjoro menjelaskan, pembangunan stadion dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) Hutama Karya dan Adhi Karya. Kontrak proyek telah ditandatangani pada 9 Oktober 2026 dengan nilai Rp324 miliar dan durasi pengerjaan 480 hari kalender, dengan target penyelesaian pada 31 Januari 2028.
Sedangkan, Direktur II Hutama Karya Mardiansyah memaparkan, stadion dirancang berkapasitas 12.000 penonton dengan sistem single seat. Fasilitas yang disiapkan mencakup tribun beratap, ruang konferensi pers, musala, lobi, dan ruang serbaguna untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan berstandar internasional.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada persiapan lapangan dan penyelesaian kebutuhan teknis sebelum pengerjaan pondasi bore pile dimulai. Kontraktor juga menyiapkan sistem pengamanan kawasan proyek agar aktivitas konstruksi tidak membahayakan masyarakat di sekitar stadion.
Dalam pemaparan teknis, Hutama Karya turut menjelaskan perlunya kesinambungan pendanaan agar pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal. Ketersediaan anggaran hingga akhir 2027 yang dipaparkan dalam rencana proyek masih menyisakan selisih sekitar Rp200 miliar dibandingkan kebutuhan arus kas konstruksi pada periode tersebut.
Karena itu, koordinasi mengenai pendanaan menjadi bagian penting dalam memastikan target penyelesaian tidak terganggu. Dengan pengawasan kualitas, dukungan pendanaan, dan kerja sama seluruh pihak, pembangunan kembali Stadion Haji Agus Salim diharapkan menghadirkan ikon olahraga baru sekaligus mendorong perkembangan sepak bola dan sport tourism di Sumatera Barat.