"Kami mengajarkan anak-anak muda untuk belajar menjadi wirausaha, salah satunya agar mahasiswa dapat melihat potensi menjadi eksportir. Hingga saat ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Busan.

Dalam rangkaian pembukaan TEI ke-41, Busan turut memberikan beberapa penghargaan. Pertama, Penghargaan Primaniyarta bagi eksportir berprestasi dan kepala daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional.

Kedua, Penghargaan Primaduta bagi mitra internasional, diaspora, dan kepala perwakilan RI di luar negeri yang berperan aktif dalam mempromosikan produk Indonesia. Kemendag juga akan memberikan Campuspreneur Award kepada mahasiswa yang berhasil mencatatkan transaksi tertinggi selama TEI ke-41.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti semakin terbukanya peluang ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya kawasan Asia Selatan dan Afrika.

"Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India," ungkap Zulhas.

"Kemudian, kita masuk juga ke Afrika," sambungnya. TEI 2026 terlaksana melalui dukungan Pertamina sebagai Strategic Partner, Bank Mandiri sebagai Bank Partner, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Event Partner. TEI ke-41 turut didukung sejumlah lembaga dan instansi, yakni Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta lembaga dan instansi pendukung lainnya.