NADIKABAR.COM — Pameran dagang internasional terbesar di Indonesia, yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, resmi dibuka di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Pameran dagang yang digelar Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) tersebut mengusung tema 'The Ultimate Hub for Global Sourcing' dan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi RI (Menko Hilirisasi dan Transisi Energi), Bahlil Lahadalia membuka TEI ke-41 pada Rabu (14/10) mewakili Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang optimal menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.

"Pemerintah menggalakkan ekspor bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional," ujar Bahlil, dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026). Sementara itu, Mendag Budi Santoso (Busan) mengungkapkan para buyer mancanegara dan pengunjung pameran antusias menyambut TEI ke-41. Hingga pembukaan pameran, telah terdaftar buyer dari 134 negara dan 1.873 ekshibitor. Tahun ini, TEI ke-41 menargetkan 30.000 pengunjung dan potensi transaksi senilai US$ 17,5 miliar.

Busan juga mengungkapkan ada 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara pada hari pertama pameran TEI ke-41.

Busan menjelaskan TEI merupakan salah satu program Kemendag untuk menjaring peluang ekspor yang lebih luas dengan cara mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan calon buyer mancanegara.

Pameran ini menampilkan beragam produk unggulan nasional mulai dari makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen dan kriya, furnitur dan dekorasi rumah, hingga kawasan industri untuk menarik minat investor.

Penyelenggaraan TEI ke-41 juga sejalan dengan tiga program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiga program tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar internasional, serta mendorong lebih banyak pelaku usaha nasional memasuki pasar ekspor.

"Selaras dengan petunjuk Bapak Presiden, kami terus melakukan perundingan dagang dengan berbagai negara dan kawasan untuk membuka pasar ekspor. Hingga saat ini, ada 25 perjanjian dagang yang sudah terimplementasi dan 13 perjanjian sedang dalam proses perundingan," ungkap Busan.

"Upaya ini adalah bagian dari '2 TAHUN GERAK NYATA' transformasi bangsa oleh pemerintahan yang dipimpin Bapak Presiden," sambungnya.

Terkait Program Dari Lokal untuk Global, Kemendag konsisten mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasuki pasar ekspor. Salah satu upayanya adalah memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) antara UMKM dan calon buyer mancanegara.

Fasilitas tersebut didukung 46 kantor perwakilan perdagangan RI di 33 negara yang terdiri atas atase perdagangan RI, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC), Konsul Perdagangan RI di Hong Kong, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, dan Duta Besar RI untuk Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Kami juga mengupayakan fasilitasi ekspor melalui Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang telah mengidentifikasi banyak produk potensial dari desa untuk dikembangkan menembus pasar ekspor. Selain itu, kami menjalin kemitraan antara UMKM dan ritel dalam negeri sehingga produk-produk lokal semakin mendominasi pasar domestik," ungkap Busan.

Kemendag juga terus menumbuhkan semangat kewirausahaan generasi muda melalui program Campuspreneur. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari dan mengembangkan usaha, termasuk menjadi eksportir.

"Kami mengajarkan anak-anak muda untuk belajar menjadi wirausaha, salah satunya agar mahasiswa dapat melihat potensi menjadi eksportir. Hingga saat ini, kami sudah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Busan.

Dalam rangkaian pembukaan TEI ke-41, Busan turut memberikan beberapa penghargaan. Pertama, Penghargaan Primaniyarta bagi eksportir berprestasi dan kepala daerah yang berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional.

Kedua, Penghargaan Primaduta bagi mitra internasional, diaspora, dan kepala perwakilan RI di luar negeri yang berperan aktif dalam mempromosikan produk Indonesia. Kemendag juga akan memberikan Campuspreneur Award kepada mahasiswa yang berhasil mencatatkan transaksi tertinggi selama TEI ke-41.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti semakin terbukanya peluang ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya kawasan Asia Selatan dan Afrika.

"Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India," ungkap Zulhas.

"Kemudian, kita masuk juga ke Afrika," sambungnya. TEI 2026 terlaksana melalui dukungan Pertamina sebagai Strategic Partner, Bank Mandiri sebagai Bank Partner, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Event Partner. TEI ke-41 turut didukung sejumlah lembaga dan instansi, yakni Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta lembaga dan instansi pendukung lainnya.