NADIKABAR.COM — Wina, (ANTARA/PRNewswire)- World Broadband Association (WBBA) menggelar Broadband Development Congress (BDC) dalam ajang Network X 2026 di Wina. Dalam kongres tersebut, Bob Chen, President, Huawei Optical Business Product Line, menyampaikan sebuah paparan bertajuk "Reshaping Network Value for New Growth in the AI Era". Ia menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam membangun jaringan di era kecerdasan buatan (AI) melalui tiga prinsip, yakni membangun ulang arsitektur jaringan (Rebuild Network Architecture), menata ulang model bisnis (Reshape Business Model), dan mendefinisikan ulang operasional serta pemeliharaan jaringan (Redefine Network O&M). Ketiga langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah jaringan dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Bob Chen mengingatkan bahwa selama tiga dekade terakhir, setiap gelombang pertumbuhan layanan, mulai dari komunikasi suara, internet, hingga video, bergantung pada dukungan jaringan. Kini, perkembangan AI berlangsung semakin pesat. Model AI skala besar telah mencapai hampir 10 triliun parameter, sementara konsumsi token melonjak hampir 50 kali lipat dalam setahun terakhir. Di tengah perubahan tersebut, pola koneksi jaringan ikut bergeser, baik dari sisi objek yang terhubung, frekuensi koneksi, maupun kualitas yang dibutuhkan. Industri pun perlu memikirkan kembali cara meningkatkan nilai tambah jaringan telekomunikasi.
Menurut Chen, perubahan tersebut harus dimulai dari cara pandang mengenai pembangunan jaringan. Perencanaan dan pembangunan jaringan harus berfokus pada kebutuhan layanan AI serta tata letak pusat data AI (AIDC). Pada saat yang sama, teknologi AI perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan operasional dan pemeliharaan jaringan (O&M). Pendekatan itu terangkum dalam tiga prinsip "3R". Pertama, membangun ulang arsitektur jaringan dengan mengalihkan fokus dari wilayah administratif ke AIDC. Kedua, menata ulang model bisnis. Untuk segmen perusahaan, operator harus beralih dari sekadar menjual bandwidth ke layanan yang memadukan bandwidth, latensi, dan keandalan, serta layanan komputasi dan jaringan terintegrasi. Sementara itu, untuk broadband rumah, layanan perlu berkembang dari sekadar konektivitas menjadi jaringan yang menjangkau seluruh rumah hingga pengalaman rumah pintar. Ketiga, mendefinisikan ulang O&M jaringan, beralih dari operasi semiotomatis menuju pengelolaan cerdas di seluruh siklus jaringan.
Membangun Ulang Arsitektur Jaringan
Selama ini, jaringan dibangun berdasarkan wilayah administratif, dengan pembagian berupa jaringan backbone nasional, backbone provinsi, dan jaringan perkotaan. Namun, perkembangan AI mengubah kebutuhan tersebut. Jumlah AIDC meningkat hampir 10 kali lipat, sementara volume lalu lintas jaringan kini lebih ditentukan oleh kapasitas komputasi alih-alih jumlah penduduk.