Di era AI, teknologi cerdas perlu diterapkan di seluruh tahapan jaringan, mulai dari perencanaan, pembangunan, pemeliharaan, optimasi, hingga pengoperasian. Hal ini mencakup kecerdasan pada elemen jaringan, jaringan secara keseluruhan, dan layanan. Salah satu penerapannya adalah optimalisasi Wi-Fi. Sebagian besar keluhan pengguna jaringan rumah bersumber dari masalah Wi-Fi. Teknologi optimasi berbasis AI kini dapat mendeteksi sumber dan jenis interferensi secara otomatis, lalu menyesuaikan daya pancar dan parameter lainnya secara real-time. Dalam kondisi interferensi, pendekatan ini dapat meningkatkan kecepatan Wi-Fi sekitar 20%.

Penerapan berikutnya adalah efisiensi energi. Sebelumnya, perangkat jaringan beroperasi pada kapasitas penuh tanpa menyesuaikan tingkat lalu lintas sehingga menguras daya listrik yang lebih besar dari yang dibutuhkan. Kini, analisis lalu lintas berbasis AI dapat mengatur daya secara dinamis pada sasis OLT dan kartu jalur (line card) untuk memangkas total konsumsi energi perangkat lebih dari 20%.

AI juga dapat membantu memulihkan gangguan jaringan secara otomatis. Untuk penanganan masalah broadband rumah, terdapat tiga tingkat layanan. Pemulihan mandiri (Self-Healing) menangani masalah air-interface, seperti kegagalan roaming, melalui perbaikan otomatis oleh agen AI O&M. O&M jarak jauh (Remote O&M) digunakan untuk menangani masalah parameter konfigurasi dari pusat operasi jaringan (NOC) dengan bantuan agen AI. Sementara itu, kunjungan teknisi (On-Site Visits) menangani gangguan pada sambungan fisik serat optik, dengan lokasi masalah diidentifikasi secara akurat melalui O&M Copilot.

"Menghadapi era AI, kita harus mengubah cara pandang dengan membangun ulang arsitektur jaringan, menata ulang model bisnis, dan mendefinisikan ulang O&M jaringan," ujar Chen. "Melalui tiga prinsip '3R', kita dapat membentuk kembali nilai tambah jaringan UBB dan bekerja sama mendorong pertumbuhan baru di era AI!"