Zhongwei di Tiongkok menjadi salah satu contohnya. Sebelumnya, kota ini hanya menyumbang sekitar 0,1% dari total lalu lintas jaringan Tiongkok. Kini, Zhongwei menjadi salah satu dari delapan pusat komputasi nasional di Tiongkok. Lalu lintas komputasi cerdas di kota itu bahkan menyumbang lebih dari 10% dari total bandwidth nasional sehingga menjadi simpul penting dalam jaringan interkoneksi AIDC. Perubahan serupa juga terjadi di berbagai belahan dunia.
Karena itu, arsitektur jaringan perlu bergeser dari pendekatan berbasis wilayah administratif menjadi AIDC. Jaringan dapat disusun secara berjenjang dengan menghubungkan pusat data inti (Core DC), pusat data regional (Regional DC), dan pusat data tepi (Edge DC). Koneksi mesh langsung satu hop antarpusat data dapat mendukung lingkaran latensi deterministik 1–5–20 milidetik sekaligus mempercepat peluncuran layanan ke pasar.
Segmen perusahaan. Perkembangan AI turut mengubah proses produksi perusahaan. Sebagai contoh, sebuah perusahaan desain industri di Tiongkok menggunakan rendering berbasis AI untuk memangkas siklus produksi secara signifikan. Karena proses rendering AI secara real-time membutuhkan latensi di bawah 2 milidetik, operator telekomunikasi perlu mengembangkan layanan yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Salah satu caranya, meningkatkan layanan jalur privat, dari yang semula hanya menawarkan bandwidth menjadi layanan dengan tiga komponen utama: bandwidth, latensi, dan keandalan. Dengan dukungan OXC, ASON, dan enkripsi kuantum, jaringan dapat menghadirkan latensi yang terukur dan konsisten, keandalan tinggi, serta keamanan tingkat tinggi. Hal tersebut dapat meningkatkan nilai layanan jalur privat secara signifikan. Operator juga dapat memanfaatkan platform komputasi untuk memperluas penawaran, dari sekadar menjual konektivitas menjadi layanan "Jaringan + Komputasi + Model/Aplikasi". Dengan pendekatan ini, operator dapat menyediakan layanan komputasi dan jaringan dalam satu solusi terintegrasi.
Segmen home broadband. Operator dapat mengembangkan layanan dari koneksi broadband dasar menjadi strategi "One Fiber, One Network, One Home" atau "Satu Fiber, Satu Jaringan, Satu Rumah". Konsep "Satu Jaringan" mengacu pada koneksi Wi-Fi bermutu tinggi di seluruh rumah melalui teknologi FTTR atau Wi-Fi Mesh. Adapun "Satu Rumah" berfokus pada penyediaan beragam aplikasi pintar yang didukung perangkat AI rumah dan agen AI. Agen AI rumah juga mengubah cara pengguna berinteraksi dengan layanan broadband. Pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem secara real-time dan mengendalikan jaringan rumah cukup melalui perintah suara.