NADIKABAR.COM — Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di ranah startup tidak boleh lagi berhenti sebatas eksperimen atau tren semata.

Melalui gelaran Kumpul Connect for Change Summit (Kumpul C4C Summit) 2026, Kumpul bersama BNI Ventures dan AI Ignition mendorong startup lokal untuk mengadopsi AI secara terukur demi menghasilkan solusi bernilai tambah yang siap dilirik investor (investment-ready).

Langkah ini menjadi salah satu pilar utama dari empat fokus pembahasan Kumpul C4C Summit 2026 dalam menakar ulang dampak dan pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia.

Pemanfaatan AI diperdalam secara khusus melalui wadah Executive Lab Forum (ELF). Didukung oleh mitra strategis BNI Ventures dan AI Ignition, forum ini membahas strategi adopsi AI agar tidak sekadar menjadi fitur tempelan (gimmick), melainkan mampu menyelesaikan masalah operasional konkret serta memikat selera pasar investasi.

Founder dan Chairperson Kumpul & Kumpul Impact, Faye Wongso, menegaskan bahwa akselerasi startup berbasis teknologi tidak akan optimal jika berjalan secara terisolasi tanpa dukungan ekosistem pendukung.

"Pertumbuhan bisnis membutuhkan akses terhadap rantai pasok, pasar, pembiayaan, teknologi, dan jaringan. Melalui Kumpul Connect for Change Summit 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang agar berbagai pihak dapat saling terhubung dan mendorong kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan," ujar Faye Wongso, dalam keterangan yang diterima NadiKabar.

Guna mengonversi potensi inovasi menjadi kerja sama nyata, Kumpul C4C Summit 2026 turut menghadirkan program BEKUP Business Matching. Sesi ini dirancang untuk mempertemukan startup ekonomi kreatif dan teknologi langsung dengan calon mitra bisnis serta investor global.

Selain akselerasi AI, forum ini juga merancang skema modal katalitis (catalytic capital) bagi small and growing businesses (SGBs) di Indonesia bekerja sama dengan Tribhuwana Advisory, guna menembus hambatan akses pembiayaan formal di kawasan ASEAN.

Menteri Luar Negeri RI periode 2014--2024, Retno Marsudi, yang turut menjadi pembicara dalam sesi "Can the World Still Trust Us?", turut menyoroti pesatnya perkembangan teknologi AI. Ia mengimbau agar akselerasi inovasi digital di dalam negeri terus diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Indonesia merupakan bagian dari sistem global. Karena itu, kita harus terus memperkuat kapasitas kita sendiri, bergerak lebih cepat, dan memastikan inovasi yang berkembang benar-benar mendukung kemajuan Indonesia," imbau Retno Marsudi.

Dengan hadirnya lebih dari 1.000 peserta dan delegasi dari 16 negara--seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, dan Filipina--peta jalan adopsi AI yang digagas Kumpul diharapkan mampu mendorong lebih banyak startup lokal menembus rantai nilai global.