NADIKABAR.COM — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti pentingnya penanganan sampah di Bali melalui integrasi dengan paradigma demokrasi hijau atau green democracy, guna memastikan pertumbuhan daerah sejalan dengan pelestarian ekologi.
"Kita ini sudah terlalu dianugerahi oleh Tuhan, dan tema hari ini bukan hanya kita lihat sebatas masalah sampah, lebih dari itu kita berbicara bagaimana kita membangun, bagaimana kita hidup, dan bagaimana kita memperlakukan alam," ucap Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin di Denpasar, Jumat.
Sultan Baktiar menjelaskan bahwa paradigma demokrasi hijau yang diusung DPD RI menuntut keseimbangan antara pencapaian pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Keberhasilan pembangunan di Bali menurutnya tidak boleh hanya diukur dari besarnya tingkat investasi, jumlah hotel, atau banyaknya wisatawan yang datang berkunjung.
"Keberhasilan Bali tidak hanya diukur seberapa banyak wisatawan yang hadir atau hotel, investasi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi ukuran keberhasilan juga harus dilihat dari apakah air di sini tetap bersih, laut tetap sehat, udara baik, dan lingkungan layak diwariskan kepada anak cucu," ujarnya.