Apresiasi itu sejalan dengan data produksi beras nasional yang menunjukkan peningkatan pada 2025. Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia mencapai 34,69 juta ton, naik sekitar 4,07 juta ton atau 13,29 persen dibandingkan produksi 2024 yang sebesar 30,62 juta ton.

Peningkatan produksi menjadi salah satu indikator penguatan kapasitas pangan nasional. Menghadapi tantangan iklim dan pemenuhan kebutuhan pangan, peningkatan produktivitas menjadi penting untuk menjaga pasokan beras, serta mengurangi kerentanan terhadap gangguan produksi.

Rajiv menegaskan, pembangunan pertanian tak cuma soal peningkatan produksi. Kebijakan pertanian juga perlu memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi melalui dukungan sarana dan prasarana, peningkatan produktivitas, serta kebijakan yang mendukung keberlanjutan usaha tani.

Hal itu dibuktikan lewat perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). BPS menyatakan, NTP pada September 2026 mencapai 131,11 atau meningkat 1,49 persen.

Kenaikan ini mengindikasikan perbaikan daya beli petani, meskipun kondisi kesejahteraan petani secara menyeluruh tetap perlu dilihat bersama indikator lainnya.