Yanuar mengatakan akses terhadap fasilitas tersebut juga dapat dikaitkan dengan tahapan pembinaan sebagai bentuk penghargaan bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan.

Ia menilai pengaturan pemenuhan kebutuhan biologis warga binaan dapat menjadi salah satu upaya mengurangi tekanan psikologis dan ketegangan di lingkungan lapas.

"Konsepnya adalah bahwa kebutuhan biologis ini bagaimana bisa dikelola, bisa diatur. Pertama, menekan tingkat stres, menekan tingkat kerawanan dan ketegangan di dalam lapas," katanya.

Menurut Yanuar, gagasan tersebut muncul dari berbagai keluhan mengenai pemenuhan kebutuhan biologis selama warga binaan menjalani masa pidana.

Meskipun kebebasan warga binaan dibatasi, ia menilai kebutuhan dasar mereka tetap perlu mendapat perhatian dengan mempertimbangkan keamanan dan ketertiban lapas.

Terkait pembahasan penggunaan alat bantu seksual bagi warga binaan perempuan, Yanuar mengatakan persoalan itu sebelumnya disampaikan pakar seksologi Boyke Dian Nugraha dalam pembahasan bersama Komisi XIII DPR RI.