Selain itu, kata dia, Yogyakarta bisa menjadi rujukan bagi daerah-daerah lain bagaimana mengembangkan cagar budayanya, serta Yogyakarta bisa menjadi pusat pendidikan kebudayaan bagi anak-anak yang ingin mengembangkan ilmu kebudayaan.

Dia mengatakan, hasil tinjauan ke Cagar Budaya Yogyakarta tersebut, kalau secara sarana prasarana tidak ada masalah, namun yang jadi problem adalah kelembagaan, problem kewenangan, problem SDM yang tidak nyambung antar-stakeholder ini.

"Sehingga kemudian percepatannya menjadi kurang, pengembangannya menjadi tidak maksimal," katanya.