Adapun perseroan sebelumnya menyatakan tambahan kuota tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memenuhi komitmen pasokan bijih bagi fasilitas pengolahan yang dikembangkan bersama mitra.
Vale mengembangkan proyek pertumbuhan atau Indonesia Growth Project (IGP) di Sorowako, Pomalaa, dan Morowali.
Sejumlah proyek tersebut menggunakan teknologi high pressure acid leaching (HPAL) untuk mengolah bijih nikel kadar rendah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan antara yang antara lain dapat digunakan dalam rantai industri baterai.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar mengatakan pengelolaan sumber daya mineral oleh perusahaan negara perlu diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional.
Menurut dia, posisi MIND ID sebagai holding pertambangan negara penting untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia tidak berhenti sebagai komoditas tambang, tetapi berlanjut menjadi basis pengembangan industri di dalam negeri.
“Bahwa negara menguasai sumber daya alam, diolah sendiri, menjadi industri, menciptakan nilai tambah, sampai tujuannya adalah kemakmuran rakyat,” ujar Gunhar.
Ia menilai pengolahan sumber daya mineral di dalam negeri dapat memperluas manfaat ekonomi melalui penciptaan aktivitas industri, nilai tambah, lapangan kerja, serta penerimaan negara.