Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan revisi RKAB Vale menjadi perhatian pemerintah untuk dituntaskan.

β€œAkan menjadi atensi saya untuk bisa kita tuntaskan,” kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu lalu (16/9).

Bahlil menjelaskan pemerintah sudah memberikan persetujuan RKAB tahap awal kepada Vale. Perseroan selanjutnya mengajukan tambahan kuota produksi yang akan dievaluasi pemerintah berdasarkan kinerja perusahaan.

β€œVale itu bukan dipotong. Kami kasih (kuota produksi), tetapi dia minta tambah,” ujar Bahlil.

Menurut dia, pemerintah menerapkan perlakuan yang sama dalam penetapan RKAB perusahaan pertambangan dengan tetap mempertimbangkan kinerja masing-masing perusahaan.

Kepastian revisi RKAB Vale menjadi relevan dengan kebutuhan menjaga kesinambungan antara kegiatan pertambangan dan fasilitas pengolahan. Ketersediaan bijih sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor penting agar investasi hilirisasi yang telah dibangun dapat beroperasi sesuai kapasitas dan tahapan yang direncanakan.