NADIKABAR.COM β Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengusulkan pemerintah untuk memanfaatkan sekolah dan kantor pemerintahan sebagai ruang perlindungan udara bersih bagi masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Charles dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan fasilitas publik tersebut dapat dilengkapi alat penyaring udara berpartikel efisiensi tinggi (high-efficiency particulate air/HEPA) untuk mengurangi paparan asap berbahaya.
βKita tidak bisa hanya mengobati masyarakat yang sakit, sementara mereka masih terus terpapar asap berbahaya. Saya mendesak pemerintah pusat dan daerah segera memperbanyak 'clean air shelters',β katanya.
Ruang perlindungan udara bersih (clean air shelters) merupakan tempat berlindung sementara yang dirancang untuk mengurangi paparan polutan udara, termasuk partikel halus dari asap karhutla.
Menurut Charles, asap karhutla dapat masuk ke dalam rumah melalui celah pintu, jendela, dan ventilasi sehingga masyarakat tetap berisiko terpapar meskipun berada di dalam ruangan.
Karena itu, ia menilai penyediaan ruang dengan udara yang lebih bersih diperlukan sebagai salah satu langkah perlindungan kesehatan selama kebakaran masih berlangsung.