Menurutnya, kondisi ini jika terus dibiarkan tanpa adanya penanganan yang jelas akan sangat mengganggu kelancaran rantai pasokan barang, transportasi, serta menimbulkan kekhawatiran psikologis (rasa cemas dan ketakutan) bagi masyarakat yang melintas.

Ia menilai isu pembangunan terowongan atau solusi jangka panjang di Gurutee selama ini seakan hanya menjadi wacana yang belum pasti kapan terwujudnya.

Oleh karena itu, ia mendesak BPJN Aceh sebagai pengelola jalan nasional untuk melakukan kajian teknis yang komprehensif dan mitigasi berkala.

DPRA juga meminta BPJN Aceh agar melakukan pemetaan dan mengidentifikasi pohon-pohon yang sudah miring dan berpotensi tumbang, serta bebatuan di tebing yang rawan runtuh atau longsor.