NADIKABAR.COM — DPRD Kota Jogja menyoroti aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam proyek jalan yang diduga berkaitan dengan kecelakaan yang menewaskan pelajar di Jalan Bugisan, Patangpuluhan, Kota Jogja. Ternyata ada temuan material proyek di pinggir jalan yang tidak dilengkapi garis pengaman atau safety line.

"Kalau di Komisi C ini kita yang mengevaluasi terkait dengan K3-nya. Hubungannya dengan keselamatan ini juga terkait dengan keselamatan tidak hanya masalah eksternal, tetapi juga internal," Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, saat dihubungi detikJogja, Selasa (1/8/2026).

"Yang langsung terlihat ada. Itu kan ada tumpukan material di pinggir jalan, tetapi tidak ada safety line-nya atau garis keselamatannya atau penandanya," lanjutnya.

Menurutnya, material maupun bagian proyek yang berada di dekat jalur masyarakat harus diberi penanda dan pelindung agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Sehingga ada tumpukan material atau seperti apa harus ada satu penandanya, ada pelindungnya. Kita tidak bicara sering dan tidak, tapi bicaranya standarisasinya. Jadi penekanannya standarisasi keselamatan bagi internal dan eksternalnya," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, kata Bambang, pihaknya akan mengecek keselamatan para pekerja proyek. Hal itu mencakup penggunaan perlengkapan keselamatan seperti rompi dan helm proyek.

"Tindak lanjut kita yaitu bahwa kita mengundang PUPKP dan juga dari penyedia jasa yang kemarin. Ini tidak hanya bicara yang ini saja. Ke depan Komisi C tidak ingin ada lagi terkait masalah hal ini terjadi. Untuk K3-nya, kaitan keselamatan dari internal maupun eksternal tadi harus dipastikan ada," katanya.

"Seluruh proyek atau program yang ada di Kota Yogyakarta, terkait keselamatan tadi harus menjadi prioritas utama. Jadi tidak hanya bicara proyeknya selesai, proyek selesai kan sesuai dengan speknya, tapi juga keselamatan dalam pelaksanaan proyek tadi harus ada standarisasi yang sudah ada," imbuhnya.

Bambang menyebut, pihaknya juga akan mengecek proyek-proyek lain untuk memastikan penyedia jasa telah memenuhi standar keselamatan. Penyedia jasa yang dinilai belum memenuhi aspek tersebut akan diberikan teguran.

"Mana-mana saja dari beberapa penyedia jasa yang belum siap atau belum menyiapkan tadi, kita berikan teguran," pungkasnya.

Sebelumnya, Kecelakaan maut terjadi di Jalan Bugisan, Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Jogja, Senin (31/8) pagi. Seorang siswi tewas usai motornya terpeleset pasir hingga terjatuh ke kolong truk tronton yang sedang melintas. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban.

Kejadian nahas ini juga viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Unggahan itu juga menyertakan video yang memperlihatkan tubuh korban yang tergeletak di tengah jalan.

"Terjadi laka di jl bugisan sebelum lampu merah perempatan bugisan terjadi 31/09/2026 sekitar pukul 06:15, menurut kesaksian warga katanya jatuh untuk menghindari alat proyek (molen) dan posisi di depan truk besar dan akhirnya masuk kolong dan terlindas," tulis keterangan dalam unggahan tersebut dilihat detikJogja pada Senin (31/8/2026).

"Karena posisi jalan sedang banyak perbaikan dan banyak molen untuk aduk semen berada dipinggir jalan, untuk saat ini sudah ditangani dan dibawa ambulan, untuk masyarakat yg lain tetap hati" karna kondisi jalan diarea bugisan dan sekitarnya sedang banyak perbaikan jalan akhirnya jalan menjadi sempit karna banyak gundukan tanah bekas galian," imbuhnya.

Ps Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan membenarkan ada kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 06.15 WIB tadi.

"Pengendara sepeda motor Honda Stylo saudari RS, Perempuan, 16 tahun, pelajar, (warga) Gamping Sleman, meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Dani saat dihubungi detikJogja.

Adapun kejadiannya bermula saat korban melaju di Jalan Bugisan dari arah utara ke selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, korban berusaha mendahului truk tronton Mercedes Benz yang dikemudikan oleh MY (59) melalui sisi kiri.

"Diduga saat mendahului truk tersebut tergelincir pasir sehingga terjatuh dan korban masuk kolong truk yang hendak didahului tersebut. Truk tronton," ujar Dani.

Selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit. Kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban, apakah karena terlindas truk atau meninggal akibat benturan.

"Dugaan sementara tergelincir pasir. Penyebab kematian korban masih proses penyelidikan," pungkas Dani.