"Pemkot Kendari berkomitmen untuk terus meningkatkan kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, perbaikan tata kelola, digitalisasi pelayanan serta penggalian potensi pendapatan yang sah," ujar Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Selain pendapatan dan belanja, penerimaan pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp 40,89 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan diperkirakan sekitar Rp 61,54 miliar.
Siska berharap pembahasan perubahan KUA-PPAS bersama DPRD Kota Kendari dapat berjalan lancar dan tepat waktu. Menurutnya, dokumen tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan proses hingga penetapan Perubahan APBD 2026.
"Dokumen ini diserahkan untuk dibahas bersama dalam semangat kemitraan, sinergi serta tanggung jawab bersama tim redaksi eksekutif dan legislatif," kata Siska.