"Bukan karena salah tumpuan. Saat dia melakukan block, pemain lawan masuk dan kakinya menginjak kaki pemain kami. Itu yang sebenarnya ingin kami konsultasikan kepada wasit," tegasnya.
Mengenai lawan, Andy menyebut tim yang dihadapi kali ini adalah Qatar dengan materi pemain naturalisasi.
"Kalau tim kami yang sekarang, jarang bertemu Qatar. Mereka memang pemain naturalisasi, kalau tidak salah berasal dari Senegal dan Nigeria. Dalam beberapa Asian Games terakhir, Qatar memang cukup dominan," ungkapnya.
Ke depan, tim voli pantai Indonesia akan fokus mengumpulkan poin AVC menuju Olimpiade melalui sejumlah turnamen di Turki dan agenda AVC lainnya.
"Ini memang bukan kualifikasi secara langsung, tetapi bagian dari pengumpulan poin yang nantinya berpengaruh terhadap peringkat menuju Olimpiade. Jadi harus aktif mengikuti turnamen," tegas Andy.
Ia juga optimistis dengan regenerasi tim, di mana tim kedua yang masih berusia SMA memiliki postur tinggi dan skill bagus dan diproyeksikan bisa bersaing di level atas dalam satu sampai dua tahun ke depan.