NADIKABAR.COM — Pelatih voli pantai Andy Ardiansyah mengapresiasi pencapaian atletnya Asian Games 2026. Meski sempat sedih dan sedikit kesal karena atletnya cedera.

Tim voli pantai Indonesia harus puas mendapatkan medali perak dalam babak final voli pantai yang berlangsung di Hekinan Ryokuchi Beach Court, Sabtu (3/10/2026).

Bintang Akbar/Sofyan Rachman menyelesaikan laga melawan Cherif Samba/Ahmed Janko dalam tiga set. Mereka kalah 1-2, dan gagal menyumbangkan medali emas bagi Tim Indonesia.

"Alhamdulillah. Untuk capaian ini kami sangat bersyukur karena sudah cukup lama kami haus medali," kata Andy dalam keterangan cepatnya melalui NOC Indonesia.

"Terakhir kami mendapatkan medali pada 2018 di Jakarta. Saat itu kami meraih medali perak dan perunggu. Setelah itu, di Asian Games berikutnya kami belum mendapatkan medali, dan sekarang akhirnya kami bisa kembali mendapatkannya."

"Alhamdulillah, anak-anak bisa mempersembahkan medali ini. Insyaallah di Asian Games berikutnya masih banyak peluang yang bisa kami kejar," tuturnya.

Meski mengapresiasi perjuangan timnya, Andy juga mengungkapkan rasa kecewa terkait insiden cedera yang menimpa anak asuhnya, apalagi kondisi itu menjadi faktor penentu dalam pertandingan di Asian Games 2026.

Menurut Andy, timnya sebenarnya sudah bermain sesuai strategi yang disiapkan bersama tim pelatih, namun kejadian tak terduga mengubah jalannya pertandingan.

"Pemain kami (Bintang) mengalami cedera ankle setelah kaki pemain lawan masuk dan menginjak kakinya saat melakukan block. Ankle-nya sakit sekali sampai tidak bisa berjalan," ujar Andy.

Cedera tersebut terjadi di awal set kedua dan sangat berpengaruh terhadap performa. Bintang tidak bisa maksimal dalam defense maupun block, terutama di set-set penentu.

"Sejak saat itu gerakan kakinya mulai terganggu. Dia tidak bisa melompat dan bergerak maksimal. Bahkan untuk bergerak sedikit saja terasa sakit," jelasnya.

Tim sempat meminta medical time-out untuk penanganan, namun rasa sakit masih terasa. Bintang tetap memaksakan diri bermain karena peluang menang masih terbuka.

Andy menegaskan cedera itu bukan karena salah tumpuan, melainkan kaki lawan yang masuk ke area Indonesia. Pihaknya ingin mengonsultasikan kejadian tersebut kepada wasit terkait regulasi.

"Bukan karena salah tumpuan. Saat dia melakukan block, pemain lawan masuk dan kakinya menginjak kaki pemain kami. Itu yang sebenarnya ingin kami konsultasikan kepada wasit," tegasnya.

Mengenai lawan, Andy menyebut tim yang dihadapi kali ini adalah Qatar dengan materi pemain naturalisasi.

"Kalau tim kami yang sekarang, jarang bertemu Qatar. Mereka memang pemain naturalisasi, kalau tidak salah berasal dari Senegal dan Nigeria. Dalam beberapa Asian Games terakhir, Qatar memang cukup dominan," ungkapnya.

Ke depan, tim voli pantai Indonesia akan fokus mengumpulkan poin AVC menuju Olimpiade melalui sejumlah turnamen di Turki dan agenda AVC lainnya.

"Ini memang bukan kualifikasi secara langsung, tetapi bagian dari pengumpulan poin yang nantinya berpengaruh terhadap peringkat menuju Olimpiade. Jadi harus aktif mengikuti turnamen," tegas Andy.

Ia juga optimistis dengan regenerasi tim, di mana tim kedua yang masih berusia SMA memiliki postur tinggi dan skill bagus dan diproyeksikan bisa bersaing di level atas dalam satu sampai dua tahun ke depan.