NADIKABAR.COM — Peristiwa menghebohkan terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Salopa berinisial TS (38) dilaporkan hilang selama lima hari.
Korban sempat mengaku pada suaminya tengah disekap dan akan dijual ke muncikari. Polisi dari Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya bergerak merespons laporan tersebut.
Suami korban, Deni mengaku sempat panik dan khawatir istrinya menjadi korban perdagangan orang.
"Saya takut istri saya dijual ke lokasi nggak bener. Dia kan saya pikir keluar rumah nyari kerja dan dapat kerja yang tidak bagus. Dia ngaku sampai beli pisau segala, ngakunya istri buat jaga-jaga," kata Deni kepada NadiKabar di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026).
Deni melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Pencarian dilakukan mulai dari Bekasi, Bandung, hingga akhirnya Sumedang.
Polisi melakukan pencarian hingga ke tempat hiburan malam. Korban justru ditemukan di sebuah kontrakan di Sumedang pada Rabu (26/8/2026).
"Alhamdulillah sekarang sudah ditemukan istri saya, terima kasih Pak Kapolres Tasikmalaya, Pak Kasat Reskrim, sama Pak Josner. Saya bisa kembali bertemu istri. Kasihan anak-anak ada empat anak kami. Saya akan berusaha menjadi suami yang baik," ujar Deni.
Usai pencarian yang dipenuhi momen dramatis, ternyata polisi menemukan fakta lain. Cerita korban hanya rekayasa agar tidak dicari suaminya.
TS mengaku meninggalkan rumah karena cekcok dengan Deni. Ia sempat ke Sumedang dengan niat mencari pekerjaan sebagai babysitter.
"Saya keluar rumah karena ada masalah cekcok aja. Saya ke Sumedang langsung. Memang mau cari kerja juga mau jadi babysitter. Sekarang sama suami lagi. Kalau disekap dan mau dijual itu biar suami saya nggak nyari. Kan saya kesal. Tahunya suami malah makin khawatir," kata TS.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan keluarga. Petugas menurunkan tim untuk mencari keberadaan korban.
"Kami melakukan respon cepat atas laporan warga masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya. Kami tim dari PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya turun tangan sampai kejar ke Bekasi dan akhirnya ditemukanlah korban di Sumedang," ujar Ade saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (26/8/2026).
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Syamsul Bahri menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan motif TS meninggalkan rumah adalah masalah rumah tangga. Korban sengaja kabur karena diduga ingin bercerai dengan suaminya.
"Motif korban diduga ingin cerai dengan suami jadi kabur dari rumah," kata Heru.
Heru menyebut korban awalnya bercerita kepada suaminya melalui telepon bahwa dirinya disekap di Bekasi dan dipaksa menjadi pemandu lagu (PL).
"Saya disekap di Bekasi dijanjikan mau kerja di restoran tapi malah dijadikan pemandu lagu itu pengakuan korban. Padahal semua itu hanya akal-akalan ibunya saja ke suami agar suaminya tidak nyari. Justru sebaliknya suaminya malah makin khawatir dan berupaya keras mencari korban," ujar Heru.
"Akhirnya tim unit PPA Satreskrim berhasil menemukan korban. Dan, kami kembalikan pada keluarga, terlepas persoalan rumah tangga untuk diselesaikan secara baik," tambahnya.
TS diketahui keluar rumah pada Kamis, 20 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 WIB mengendarai Honda Genio hitam nomor polisi (nopol) Z 2571 SA.
Minggu, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, korban sempat menelepon suaminya mengaku ada di Bekasi bekerja di warkop mie dan akan dijadikan PL. Setelah itu nomor korban tidak bisa dihubungi.
Tim Reskrim Polsek Salopa bersama Unit PPA lalu melakukan penelusuran ke Bekasi Barat dan Jakarta Timur, termasuk ke lokalisasi hiburan malam. Namun, jejak korban belum ditemukan.
Petunjuk baru muncul Rabu, 26 Agustus 2026 saat ponsel korban yang tertinggal menunjukkan notifikasi login Facebook dari perangkat di Bandung Parakan Muncang. Tim kemudian bergerak ke wilayah hukum Polsek Cimanggu, Polres Sumedang.
"Dari rekaman CCTV diketahui korban sempat berada di sana. Tim akhirnya menemukan TS. Awalnya korban menolak pulang, namun setelah diedukasi akhirnya bersedia ikut ke Tasikmalaya. Sebelum diserahkan ke keluarga, korban diperiksa kesehatan oleh Tim Dokkes Polres Tasikmalaya," kata Heru.