Sementara itu, Rulyantina dari Banten memperoleh pengakuan FAO melalui inovasi pengolahan talas beneng menjadi berbagai produk bernilai tambah dengan pendekatan minim limbah (zero waste).

Inovasinya dinilai berkontribusi terhadap diversifikasi pangan lokal, pengembangan peluang usaha, serta pemberdayaan perempuan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya ingin membantu perempuan, terutama ibu rumah tangga di lingkungan saya, untuk memperoleh penghasilan sendiri tanpa harus pergi jauh dari rumah untuk bekerja," ujar Rulyantina.