Pendidikan ikut menjadi salah satu penopang capaian tersebut. Pemerintah kota membebaskan biaya pendidikan di sekolah negeri dan terus memperluas intervensi bagi kelompok rentan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, misalnya, sebanyak 7.380 siswa SMA, SMK, dan MA sederajat menerima bantuan pendidikan. Siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di sekolah swasta memperoleh bantuan Rp350 ribu per bulan, selain perlengkapan sekolah.
Kebijakan itu penting karena kemiskinan sering tidak berhenti pada persoalan pendapatan. Ia dapat berpindah menjadi biaya seragam, transportasi, praktik, buku, atau kebutuhan kecil lain yang akhirnya membuat anak berhenti melanjutkan pendidikan.
Karena itu, anggaran pendidikan yang besar semestinya tidak hanya membuat sekolah lebih murah, tetapi membuat perjalanan pendidikan lebih panjang dan lebih bermutu.