NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan mencatat penetapan 1.257 cagar budaya peringkat nasional hingga Oktober 2026, terdiri atas 85 penambahan pada 2025 dan 1.172 pada periode pelaporan 2026.

“Kita sudah melewati rekor yang selama ini, sejak 2013 sampai 2024, pencatatannya hanya 228. Sekarang kita ada di angka 1.257 cagar budaya nasional,” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam taklimat media dua tahun Kementerian Kebudayaan di Jakarta, Kamis.

Angka tersebut menjadi dasar pembaruan informasi dari pemberitaan sebelumnya yang menyebut jumlah cagar budaya peringkat nasional mencapai 1.515. Berdasarkan pemaparan terbaru Fadli, jumlah yang disampaikan saat ini adalah 1.257.

Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi terus mempercepat penetapan cagar budaya untuk menjaga warisan budaya sekaligus memastikan keberlangsungan tradisi dan masyarakat pengampunya.

Dalam mendorong target penetapan Cagar Budaya Nasional itu, kata Menbud Fadli, membuat tim ahli tersebut menggelar rapat hampir setiap hari untuk penetapan tersebut, hal ini lantaran dinilainya masih banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan.

“Tapi ya terlalu mungkin waktu itu banyak kajian, pertimbangan. Sekarang kita percepat, kita akselerasi,” tutur Menbud.

Fadli juga menyebut sekitar 7.000 objek dan situs masih dalam proses penelitian oleh tim ahli. Angka tersebut belum merupakan jumlah cagar budaya peringkat nasional yang telah ditetapkan karena masih menunggu hasil akhir kajian.

Selain penetapan cagar budaya, Kementerian Kebudayaan melakukan pemugaran dan pemeliharaan terhadap cagar budaya, museum, istana, serta keraton. Hingga 2026, sebanyak 104 objek telah ditangani, terdiri atas 73 objek pada 2025 dan 31 objek pada 2026.

“Sampai akhir tahun nanti rencananya akan bertambah menjadi 240 lagi. Jadi masih banyak, karena ini prosesnya masih proses awal, nanti akan selesai di akhir Desember. Jadi ini masih baru initial stage, dan kemudian diselesaikan nanti,” ujar Fadli.

Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan buku sejarah Indonesia yang terdiri atas 12 buku, termasuk satu seri berisi 11 jilid. Dari seri tersebut, lima jilid telah diluncurkan pada Agustus, sedangkan lima jilid berikutnya ditargetkan selesai atau diluncurkan pada akhir Oktober.

Lima jilid yang telah diluncurkan melalui buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” masing-masing berjudul “Akar Peradaban Nusantara”, “Nusantara dalam Jaringan Global”, “Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah”, “Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi”, serta “Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial”.

Kementerian Kebudayaan dibentuk sebagai kementerian tersendiri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2024. Pembentukan kementerian tersebut memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan nasional.