“Sampai akhir tahun nanti rencananya akan bertambah menjadi 240 lagi. Jadi masih banyak, karena ini prosesnya masih proses awal, nanti akan selesai di akhir Desember. Jadi ini masih baru initial stage, dan kemudian diselesaikan nanti,” ujar Fadli.

Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan buku sejarah Indonesia yang terdiri atas 12 buku, termasuk satu seri berisi 11 jilid. Dari seri tersebut, lima jilid telah diluncurkan pada Agustus, sedangkan lima jilid berikutnya ditargetkan selesai atau diluncurkan pada akhir Oktober.

Lima jilid yang telah diluncurkan melalui buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” masing-masing berjudul “Akar Peradaban Nusantara”, “Nusantara dalam Jaringan Global”, “Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah”, “Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi”, serta “Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial”.

Kementerian Kebudayaan dibentuk sebagai kementerian tersendiri di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 2024. Pembentukan kementerian tersebut memperkuat upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan nasional.