NADIKABAR.COM — Pemerintah menjalankan sejumlah program untuk mendukung pendidikan guru madrasah, santri, dan siswa madrasah selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut meliputi peningkatan tunjangan guru, penyaluran beasiswa, layanan kesehatan, pemenuhan gizi siswa, hingga penguatan kelembagaan pesantren.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan dukungan terhadap guru madrasah, santri, dan pesantren terus diperkuat, terutama bagi kelompok yang selama ini belum mendapatkan afirmasi kebijakan secara optimal.

"Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama memastikan guru madrasah, santri, dan pesantren yang lama belum tersentuh afirmasi kebijakan secara optimal kini mendapat pengakuan dan dukungan yang setara," ujar Syahganda dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Salah satu program yang dijalankan adalah peningkatan akses guru madrasah terhadap Pendidikan Profesi Guru (PPG). Jumlah peserta PPG di lingkungan Kementerian Agama meningkat dari 29.933 orang pada 2024 menjadi 206.411 orang pada 2025.

Pada periode yang sama, tunjangan guru non-ASN naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta per bulan. Syahganda mengatakan peningkatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pengakuan profesionalitas guru dan meningkatkan kesejahteraan mereka.