Dalam perjalanannya, sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG saat ini diuji coba untuk diberikan secara prasmanan ke anak-anak sekolah di beberapa tempat.
Kepala BGN Sudaryono, saat ditemui wartawan pada Jumat (16/10), menjelaskan penyaluran MBG secara prasmanan saat ini memasuki tahap uji coba (piloting) di beberapa daerah, antara lain di Pulau Jawa, Aceh, Palembang, dan ada juga di daerah-daerah 3T.
"Jadi, kami ingin piloting ini betul-betul prima, kami bisa lihat dan mitigasi semua persoalannya, bisa kita atasi, baru kemudian kita secara bertahap, ya, dari katakanlah ini 66 (SPPG, red.), mungkin di tahap berikutnya setelah dua minggu kita evaluasi, kita bereskan, misalnya di 500, habis itu 1.000, 1.500, secara bertahap akan bertambah," kata Sudaryono.
BGN menargetkan hingga akhir tahun 2026 sebanyak 5.000 SPPG mulai mengadopsi sistem prasmanan saat menyalurkan MBG kepada para penerima manfaat.