Visinya jelas, yakni mencetak putra-putri daerah agar mampu bersaing secara global dan layak menembus deretan perguruan tinggi terbaik di dunia, sehingga kelak mereka kembali untuk membangun negerinya sendiri.

Gagasan besar dan arahan Presiden tersebut kemudian diterjemahkan secara taktis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebab SMA Unggul Garuda dieksekusi sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang esensial bagi tata kelola talenta unggul nasional.

Guna mempercepat proses pemerataan fasilitas, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto membagi kerangka kerja ini ke dalam dua jalur yang berjalan beriringan, yaitu SMA Unggul Garuda Transformasi dan SMA Unggul Garuda Baru.

Sepanjang tahun 2026, denyut nadi pemerataan mulai berdetak kencang ketika 47 instansi pendidikan resmi digandeng untuk bergabung di bawah payung sekolah transformasi. Pada saat yang sama, negara juga sukses merampungkan dan mengoperasikan penuh empat sekolah baru.

Alhasil, total 51 pusat keunggulan pendidikan bermutu tinggi tersebut kini telah berdiri kokoh dan tersebar merata di 20 provinsi serta 39 kota maupun kabupaten di penjuru Tanah Air.