Upaya tersebut dilanjutkan melalui peluncuran mandatori biodiesel B50 pada Juli 2026. Kebijakan ini diperkirakan mampu menghemat devisa hingga Rp170 triliun, sekaligus menargetkan penghentian impor solar.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan melalui program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp).

Presiden Prabowo meluncurkan program tersebut pada 25 Agustus 2026. Tahap awal program mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5.216 megawatt peak (MWp) atau sekitar 5,2 GWp.

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS dengan kapasitas nasional mencapai 100 GWp dalam tiga tahun sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.

Sementara itu, pemerataan akses energi terus dilakukan melalui Program Listrik Desa (Lisdes), terutama bagi masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.