NADIKABAR.COM — Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) menyebut dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming mencatat realisasi Program 3 Juta Rumah sebanyak 324.213 unit hingga 13 Juni 2026.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom Kurnia Ramadhana mengatakan penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 180.600 unit hingga 14 Oktober 2026.

"Realisasi penyaluran FLPP tersebut setara 51,6 persen dari target 350.000 unit rumah subsidi pada 2026," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Pada 2025, penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP tercatat mencapai 278.868 unit. Selain memperluas akses pembiayaan rumah, pemerintah meningkatkan realisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp8,59 triliun untuk memperbaiki 400.000 unit rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2025, ketika program BSPS menyasar sekitar 45.073 unit rumah dengan anggaran Rp1,02 triliun.

Sementara itu, target fisik Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) secara keseluruhan mencapai 414.184 unit, dengan BSPS menjadi program utama yang menyasar 400.000 rumah per 10 September 2026.

"Program bedah rumah ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih aman dan sehat. Pelaksanaannya juga diharapkan menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian bahan bangunan dan penyerapan tenaga kerja," jelas Kurnia.

Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi dan hunian layak.