Jumlah orang yang bepergian ke atau melalui bandara tersebut turun dari 7,4 juta pada bulan Februari menjadi 2,5 juta pada bulan Maret dan 3,5 juta pada bulan April, kemudian naik menjadi 4,5 juta pada bulan Mei, 5 juta pada bulan Juni, dan 6,3 juta pada bulan Juli. Bandara ini dimiliki oleh pemerintah dan tidak memublikasikan laporan keuangan.
"Ingatan orang kini cepat berlalu, dan kami telah menstabilkan situasi. Kami memperkirakan pemulihan penuh akan terjadi pada awal tahun depan," kata Griffiths.
Lebih dari 50 maskapai penerbangan telah kembali beroperasi, termasuk Air France, sementara British Airways (BA) akan membuka kembali penerbangan ke Dubai saat musim dingin industri penerbangan dimulai pada bulan Oktober.
Beberapa maskapai penerbangan lambat untuk kembali ke kawasan ini karena pesawat mereka yang telah dialihkan rutenya kini penuh mengangkut penumpang tim redaksi Eropa dan Asia, tambahnya.
"Kami telah mendapatkan kembali 78 persen penumpang kami di DXB. Sisanya yang 22 persen pun tidak akan lama lagi menyusul," tutupnya.