NADIKABAR.COM — Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyebut batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih dalam memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
"Batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih. Batik adalah Indonesia, diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad," katanya pada resepsi Hari Batik Nasional sekaligus 17 tahun pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan di KBRI Ottawa, Jumat (2/10).
Sebagaimana siaran pers KBRI Ottawa di Jakarta, Sabtu, Dubes mengatakan batik bukan merupakan benda museum, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, dari kelahiran hingga perpisahan, serta menopang penghidupan hampir 200 ribu warga di puluhan ribu usaha kecil dan keluarga.
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan bahwa PM Kanada Jean Chrétien bersama para pemimpin Asia-Pasifik mengenakan batik pada KTT APEC di Bogor pada 1994, demikian pula PM Justin Trudeau pada KTT ASEAN di Jakarta pada 2023.
Menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Kanada pada 2027, Dubes juga mengajak para tamu untuk menghayati filosofi para perajin batik.
"Hal-hal yang langgeng dibuat titik demi titik, garis demi garis — dengan kesabaran, ketelitian, dan komitmen dari kedua belah pihak," katanya.
Anggota Parlemen Kanada sekaligus Ketua Bersama Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada–RI, Sameer Zuberi, menilai peringatan hari batik penting untuk memperdalam pemahaman publik Kanada tentang Indonesia.
"Batik, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, adalah pintu yang indah untuk mengenal Indonesia, yang bukan hanya sebagai mitra ekonomi bagi Kanada, tetapi juga sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa," katanya.
Ia juga menggarisbawahi hubungan kedua negara yang terus menguat, termasuk melalui Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada (ICA-CEPA) yang ditandatangani di Ottawa pada 24 September 2025.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Para Pendamping Duta Besar di Kanada, Helena Skarcic, mengaku kagum setelah mengetahui proses pembuatan batik dan menurutnya batik istimewa dan cocok dikenakan dalam berbagai kesempatan.
Sekitar 150 undangan dari kalangan anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN dan negara sahabat, pengusaha, dan sejumlah pemangku kepentingan di Kanada hadir dalam resepsi bertema Batik: From Indonesia to the World.
Resepsi dimeriahkan oleh penampilan Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS) dan peragaan busana bertajuk The Ageless Runway: Batik Across Generations yang menampilkan 12 kain pusaka dari berbagai daerah Indonesia, termasuk Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Cirebon, Lasem, Madura, hingga Papua.