Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Dubes Oemar: Kolintang jadi diplomasi budaya Indonesia di UNESCO
Duta Besar RI untuk Prancis, Monako, dan Andorra sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Mohamad Oemar mengatakan acara yang menampilkan kolintang tidak hanya menj
Redaksi NadiKabar
β
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 20:00 WIB
• β± 2 menit baca
Perjalanan kolintang di UNESCO memiliki dimensi internasional yang kuat. Kolintang masuk dalam perluasan nominasi balafon yang diajukan Mali, Burkina Faso, dan CΓ΄te dβIvoire pada 2024, sehingga ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda bersama tradisi balafon.
Kolintang dan balafon dari komunitas berbeda dipertemukan dalam semangat shared cultural heritage serta kerja sama lintas negara.
Assistant Director-General for Culture UNESCO Nayef Al-Fayez menekankan pentingnya warisan budaya dan peran komunitas dalam menjaganya bagi generasi mendatang.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.