NADIKABAR.COM — Sekitar 360 jemaah umrah asal Mojokerto dan Jombang batal berangkat ke tanah suci. Pihak travel, PT Annisa Ahmada (ITS Grup) berdalih terpaksa menunda keberangkatan ratusan jemaah karena tertipu agen tiket pesawat.
Salah satunya Novi Atriani (25), jemaah umrah asal Mojoanyar, Mojokerto. Ia tergiur mengambil paket Milad seharga Rp 33,8 juta untuk 12 hari ibadah umrah, yaitu 4 hari di Madinah, 6 hari di Makkah. Sehingga ia membayar uang muka Rp 15 juta pada 17 Mei 2026.
Kemudian Novi melakukan pelunasan pada 27 Juni 2026. Meski begitu, PT Annisa Ahmada mengenakan biaya tambahan Rp 3 juta. Mereka berdalih untuk menutup kenaikan avtur atau bahan bakar pesawat. Novi pun membayarnya pada 7 Agustus 2026. Sehingga total pembayarannya Rp 36,8 juta.
"Dijanjikan berangkat 30 Agustus kemarin, jam 3 disuruh kumpul di bandara, saya sudah siap-siap, tiba-tiba jam setengah 11 malam dikabari kalau ada miss komunikasi dengan pihak tiket, diundur tanggal 1, gagal lagi, dijanjikan tanggal 2, gagal lagi, dijanjikan tanggal 5 September," terangnya kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Oleh sebab itu, Novi bersama 14 jemaah lainnya mendatangi kantor PT Annisa Ahmada Cabang Mojokerto di Jalan PB Soedirman pada Kamis (3/9). Saat itu, ia membatalkan ibadah umrahnya, serta meminta pengembalian pembayaran (Refund). Ia legowo meskipun harus dipotong biaya visa dan lainnya.
"Saya pribadi mau refund karena saya terlanjur kecewa. Kalau awalnya sudah tidak jelas, saya takut endingnya juga tidak jelas. Dinjanjikan refund dalam 7 hari. Kalau sampai batas waktu tidak ada refund, terpaksa saya ambil jalur kepolisian," tegasnya.
Tidak semua jemaah umrah paket Milad meminta refund. Novia Setiawati misalnya, tetap ingin berangkat ke tanah suci meskipun mundur dari 30 Agustus ke 5 September 2026. Namun, ia membuat surat perjanjian dengan PT Annisa Ahmada.