Apabila 5 September nanti batal diberangkatkan lagi, ia memilih refund. Totalnya Novi sudah membayar Rp 37,15 juta kepada PT Annisa Ahmada. Meliputi paket Milad Rp 33,8 juta, biaya kenaikan avtur Rp 3 juta, serta tour Kota Thaif Rp 350.000.
"Saya pakai surat perjanjian, kalau tanggal 5 meleset lagi, saya pilih mundur. Karena saya masih ingin berangkat ke sana," ujar jemaah asal Sooko, Mojokerto ini.
Tertundanya keberangkatan umrah juga membuat gusar Abdul Jalil (53), jemaah asal Desa Sidorejo, Jetis, Mojokerto. Ia umrah bersama anaknya mengambil paket Milad di PT Annisa Ahmada seharga Rp 67,6 juta untuk 2 orang. Uang tersebut hasilnya menabung sejak tahun 1995.
Betapa tidak, Jalil terlanjur menggelar syukuran. Seluruh keluarganya pun datang untuk mendoakannya menunaikan umrah. Belum lagi masalah cuti dari tempat kerjanya yang sudah disetujui sejak 29 Agustus 2026.
"Kalau sudah pasti tanggal 5 September, saya berangkat. Kalau tanggal 5 tidak jadi berangkat, saya minta refund saja," jelasnya.
Manajer PT Annisa Ahmada Cabang Mojokerto, Zulfa Rizki Maulana menuturkan, pihaknya bakal kooperatif melayani para jemaah. Baik yang ingin tetap berangkat umrah maupun yang meminta pengembalian dana.