Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp114,76 triliun atau 68,71 persen diarahkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima porsi terbesar, yakni mencapai 42,82 persen.

Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengembangkan usaha rakyat.

4. Holding Ultra Mikro Buka Peluang Ekonomi Jutaan Masyarakat

BRI juga mendukung pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Ekosistem ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus memberikan pendampingan usaha sesuai kebutuhan dan perkembangan bisnis nasabah.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha ultra mikro diharapkan dapat mengembangkan kapasitas usaha dan meningkatkan produktivitas hingga mampu naik kelas. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses pembiayaan serta layanan keuangan yang lebih luas.

Hingga triwulan II 2026, Holding Ultra Mikro telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi ini juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.

Capaian tersebut mencerminkan upaya memperluas akses keuangan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan skala bisnis dan daya saing.

Selain menyediakan pembiayaan, BRI menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan memperkuat ekonomi desa. Program tersebut mencakup pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.

Hingga September 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia. Sementara itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha untuk membangun ekosistem bisnis produktif berbasis komunitas.

Upaya pemberdayaan juga dilakukan melalui linkUMKM by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM.

Di sisi lain, BRI memiliki 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar.

Kontribusi BRI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.

Hingga September 2026, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi BRI mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur.

Pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi penyaluran tersebut dengan porsi 98 persen, menjangkau sekitar 141 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia.