"Pemerintah menyiapkan arah dan ekosistemnya. Industri menghadirkan investasi dan inovasi. Sementara seluruh insan postal memastikan teknologi benar-benar hadir dan bekerja untuk masyarakat," tuturnya.
Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi yang lebih kuat di antara seluruh ekosistem postel. Peran masing-masing pihak memang berbeda, tetapi diarahkan pada tujuan yang sama, yakni menjadikan kemajuan teknologi sebagai kekuatan bagi Indonesia.
Angga mengatakan momentum Hari Bakti Postel ke-81 menjadi pengingat bahwa teknologi dan tantangan sektor komunikasi terus berubah. Jika 81 tahun lalu perjuangan para pemuda berkaitan dengan pengambilalihan sarana pos, telegraf, dan telepon di Bandung dari pemerintah Jepang.
"kini tantangannya bergeser pada bagaimana Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.