Ulfa mengatakan kedatangan Dwi Bagus ke padepokan itu diantar oleh temannya yang berasal dari Kecamatan Mojosari, Mojokerto. Namun, hanya Dwi Bagus saja yang tinggal di gubuk itu sementara temannya pergi.

Selama 12 hari di Dusun Cangkringan, lanjut Ulfa, Dwi Bagus tidak pernah melapor ke Ketua RT maupun RW. Warga setempat mengetahui keberadaannya karena sering salat jemaah di masjid.