Eddy menegaskan parlemen memiliki peran penting dalam memperkuat kepastian hukum melalui agenda legislasi di sektor ketenagalistrikan, energi baru dan terbarukan, serta pengelolaan perubahan iklim.

Di sisi lain, Eddy menilai Jepang merupakan mitra strategis yang dapat membantu Indonesia mempercepat pembangunan transmisi melalui dukungan teknologi, penguatan kapasitas regulasi, dan pembiayaan.

Salah satu peluang strategis adalah pemanfaatan teknologi high-voltage direct current (HVDC) untuk mendukung rencana interkoneksi Sumatra-Jawa berkapasitas 500 kV. Indonesia juga dapat memperkuat sinergi pembiayaan antara Japan Bank for International Cooperation (JBIC), Japan International Cooperation Agency (JICA), Danantara, dan investor swasta.

"Indonesia dan Jepang memiliki fondasi kerja sama energi yang kuat. Kita perlu memperdalam kemitraan ini agar dukungan teknologi dan pembiayaan dapat mempercepat pembangunan transmisi, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan daya saing industri Indonesia," pungkasnya.