NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan penguatan jaringan transmisi listrik menjadi kunci keberhasilan transisi energi Indonesia. Menurutnya, pembangunan pembangkit energi terbarukan harus diiringi infrastruktur transmisi yang memadai agar potensi energi bersih dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Eddy dalam Panel Discussion Indonesia-Japan Track 1.5 Dialogue on Transmission Cooperation yang diselenggarakan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerja sama dengan Institute of Energy Economics Japan (IEEJ) di Tokyo.

"Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.300 gigawatt. Namun, potensi energi terbarukan kita tersebar di berbagai wilayah, sementara pusat permintaan listrik dan industri terkonsentrasi di sejumlah kawasan. Tanpa jaringan transmisi yang kuat, potensi energi bersih tersebut tidak akan optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," ujar Eddy, Rabu (28/10/2026).

Eddy menekankan transisi energi merupakan bagian dari agenda penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menjadi instrumen strategis dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Dia menjelaskan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt, termasuk 42,6 gigawatt energi terbarukan dan 10,3 gigawatt penyimpanan energi berbasis baterai.