Namun, Eko menilai sejumlah alokasi masih perlu diperkuat agar mampu mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh menghadapi bencana. Salah satunya adalah program penyediaan peralatan perlindungan dan kesiapsiagaan bencana yang pada 2027 ditargetkan mencakup 25 keluarga dengan alokasi anggaran Rp690.909.000.

Selain itu, program penyediaan logistik penyelamatan dan evakuasi korban bencana ditargetkan menjangkau 500 orang dengan alokasi anggaran Rp537.810.150.

Melihat kondisi tersebut, Komisi A DPRD DIY menyampaikan sejumlah catatan kritis dan rekomendasi strategis kepada Pemda DIY.

"Pertama, anggaran penanggulangan bencana harus ditingkatkan dengan memprioritaskan dukungan pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana yang berbasis di kelurahan dan kalurahan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena memudahkan koordinasi langsung dengan lurah, pamong, destana/tantana, KSP, Satlinmas, serta elemen masyarakat dan media," katanya.

Simulasi ini juga perlu melibatkan jurnalis agar aspek liputan dan logistik penanganan bencana dapat teredukasi dengan baik.