NADIKABAR.COM — Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai Pemerintah Indonesia perlu memprioritaskan realisasi proyek investasi hijau yang memberikan manfaat ekonomi terukur setelah rangkaian pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand.

Josua mengatakan komitmen pembiayaan dari lembaga internasional perlu ditindaklanjuti melalui penyiapan proyek yang memiliki kepastian regulasi, sumber pendapatan, serta skema pembiayaan yang jelas.

"Persoalan utama Indonesia bukan semata-mata keterbatasan sumber pendanaan, melainkan masih adanya kesenjangan antara besarnya potensi energi terbarukan, kesiapan proyek, kepastian regulasi, dan kelayakan investasi," ujarnya kepada NadiKabar di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan rencana penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga 2034, termasuk 42,6 GW energi terbarukan, dapat diterjemahkan menjadi proyek yang siap dibangun dan dioperasikan.