Dalam tiga bulan setelah pertemuan, pemerintah disarankan menetapkan daftar proyek prioritas, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan industri, PLTS dengan penyimpanan baterai, pembangkit panas bumi, serta infrastruktur transmisi listrik.

Selain kesiapan proyek, ia menekankan pentingnya kepastian tarif listrik, penyederhanaan perizinan, dan pembagian risiko yang jelas antara pemerintah, PLN, lembaga pembiayaan, serta investor swasta.

Pembiayaan dari lembaga internasional juga perlu dipadukan dengan mobilisasi modal swasta melalui skema pembiayaan campuran dan penjaminan risiko tanpa menambah tekanan terhadap keuangan negara.

Lebih lanjut, menurut dia, investasi hijau diharapkan turut memperkuat industri domestik, termasuk pengembangan panel surya, baterai, peralatan kelistrikan, dan jasa rekayasa nasional.