Di sisi lain, rencana perluasan investasi juga dinilai memberikan manfaat bagi perekonomian. Dalam jangka panjang, dana pensiun yang lebih sehat akan memperkuat perlindungan hari tua peserta dan menjadikannya investor jangka panjang yang lebih stabil. Selain itu, dampak arus modal keluar relatif terbatas.
βJika seluruh dapen sukarela memakai batas 20 persen, nilainya sekitar Rp78 triliun atau sekitar 4,4 miliar dolar AS, kira-kira 3 persen cadangan devisa (146,5 miliar dolar AS per posisi Agustus 2026). Pada praktiknya penyerapannya akan bertahap dan jauh di bawah angka itu,β kata Banjaran.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kebijakan penempatan investasi luar negeri bagi dana pensiun diterapkan sebagai alternatif apabila instrumen investasi di dalam negeri dinilai belum memadai.
βKenapa kita mengizinkan untuk investasi keluar? Ini adalah untuk jaga-jaga kalau investasi di dalam negeri tidak ada alternatif atau kurang memberikan suatu return yang baik tapi ini sangat ketat kita lakukan ya. Jadi tidak sembarangan untuk bisa investasi keluar negeri ya,β ujar Ogi dalam konferensi pers Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 di Jakarta, Jumat (25/9).
Meski demikian, Ogi memastikan pengawasan terhadap investasi dana pensiun akan menjadi perhatian utama mengingat berbagai persoalan investasi pada masa lalu yang kerap menjadi isu dalam penyelenggaraan program dana pensiun.