NADIKABAR.COM — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai pemerintah perlu memastikan komitmen pembiayaan transisi hijau yang dibahas dalam rangkaian pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dapat direalisasikan menjadi investasi produktif.

Rizal mengatakan pemerintah perlu memprioritaskan penyelesaian berbagai hambatan investasi, mulai dari lemahnya kesiapan proyek, ketidakpastian regulasi, hingga tingginya risiko pembiayaan.

“Pascapertemuan IMF–World Bank, pemerintah harus memastikan komitmen pembiayaan hijau bertransformasi menjadi investasi produktif, bukan sekadar capaian diplomasi,” ujarnya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, tantangan dalam mempercepat transisi hijau tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sumber pendanaan, tetapi juga kemampuan pemerintah menyiapkan proyek yang layak secara finansial dan menarik bagi investor.