NADIKABAR.COM — Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai aliran modal asing masuk (capital inflow) senilai Rp140,7 triliun perlu diimbangi penguatan insentif likuiditas Bank Indonesia (BI).
Menurut Rizal, kepada NadiKabar di Jakarta, Jumat, bahwa modal asing yang masuk melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) itu memang memberikan dampak positif bagi stabilitas rupiah dan kepercayaan pasar.
Tetapi, lanjutnya, kualitas modal masuk perlu dicermati lantaran masih didominasi portofolio, sensitif terhadap imbal hasil (yield) dan mudah berbalik ketika kondisi global berubah.
Oleh sebab itu, dia menilai persoalan utama yang perlu menjadi perhatian adalah memastikan likuiditas bertransmisi ke sektor riil.